Jeramba Tenggelam, Masyarakat Khawatir Ada Hewan Predator Naik Jika Tidak Dilakukan Perbaikan
KILASRIAU.com - Sejumlah pelajar Sekolah Dasar (SD) di Dusun Panglima Hitam, Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa harus menerobos banjir untuk sampai ke Sekolah.
Berdasarkan pantauan, Pelajar-pelajar tersebut harus membuka sepatu dan berjalan dengan hati-hati. Pasalnya sepanjang jalan akses utama masyarakat ini sudah tergenang air.
Jalan yang terbuat dari kayu tersebut kondisinya memang sudah rusak, diperparah lagi kondisi banjir yang kian tinggi sehingga semakin membuat masyarakat kesusahan untuk melalui.
- Banyak Kampus Akreditasi Unggulan di Sumatra Utara, LLDIKTI Ajak Masyarakat Kuliah Dekat Rumah
- FPII Desak Badan Pemeriksa Keuangan Audit Total Dana BOS di Inhil, di Dugaan Pengelolaan Tak Transparan
- Hafizhah 30 Juz Asal Sungai Luar Dapat Rekomendasi Bupati Inhil ke Universitas di Arab Saudi
- Pemkab Inhil Dukung Ranperda Baca Tulis Al-Qur’an, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda
- Raih Pemuncak dari 1.700 Santri, Hafizhah 30 Juz Asal Sungai Luar Harap Rekomendasi Bupati Inhil untuk Beasiswa LPDP
Masyarakat Dusun Panglima Hitam, Zubair Kasim mengatakan dengan kondisi seperti ini, masyarakat setempat meminta Pemerintah Daerah untuk memberi perhatian atas akses jeramba dan jembatan penghubung antar Desa Kuala Sebatu ke Desa Sialang Panjang.
"Saat ini kondisi sudah tenggelam. Kami meminta kepada Pemerintah Daerah, Pj Bupati Inhil Pak Herman untuk memperhatikan jerambah kami yang letaknya tidak jauh dari Sungai Batang Tuaka dan saat ini sudah tenggelam akibat banjir," ucap Zubair, Sabtu (13/01/2024).
Dia menyebut, jembatan ini merupakan akses utama masyarakat yang berada di ujung Batang Tuaka. Dengan kondisi saat ini Zubair mengkhawatirkan akan adanya predator air.
"Jeramba ini merupakan akses buat kami yang berada di ujung Batang Tuaka. Kami memohon perhatiannya pak PJ Bupati Inhil. Kalau bisa kami meminta PJ Bupati untuk langsung turun meninjau kondisi jerambah kami ini soalnya jerambah ini sudah sangat membahayakan dan banyak buaya nya," pungkasnya.
Sementara itu, PJ Bupati Inhil, Herman saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum menanggapi permasalahan tersebut, Sabtu (13/1/2024).

Tulis Komentar